Terapi Latihan Untuk Osteoporosis

Terapi Latihan Untuk Osteoporosis – Salah satu cara mencegah pnyakit osteoporosis adalah dengan terapi latihan untuk osteoporosis (osteoporosis exercise). Dalam latihan osteoporosis, gerakan fisik dikhususkan melatih, daerah yang rawan terserang yaitu area tulang punggung, pangkal pahak, dan pergelangan tangan untuk meningkatkan kepadatan tulang. Beban yang digunakan dalam latihan berfungsi untuk meningkatkan kepadatan tulang. Latihan ini juga akan membuat Anda menjadi lebih segar dan bugar.

Terapi Latihan Untuk Osteoporosis

Terapi Latihan Untuk Osteoporosis

Penyakit Osteoporosis

Tidak semua jenis terapi letihan untuk osteoporosis bisa membantu meningkatkan kepadatan tulang. Bentuk latihan yang dianjurkan untuk meningkatkan kepadatan dan kekuatan tulang berupa wight-beiring exercise (latihan beban tubuh) dan latihan kekuatan atau ketahanan. Weight bearing exercise ini bisa berupa jalan cepat dan aerobic low impact minimal 15-20 menit dengan frekuensi 3-4 kali dalam seminggu. Jika tidak dapat berjalan karena terlalu sukar atau terlalu nyeri, dianjurkan untuk bersepeda statis. Penelitian menunjukkan bahwa orang-orang yang melakukan latihan paling sedikitnya 3-4 jam dalam seminggu menunjukkan penurunan resiko terjadinya patah tulang pangkal paha hingga 50%.

Terapi latihan untuk osteoporosis dengan kekuatan yang mengangkat beban misalnya adalah latihan isokinetik oleh anggota gerak atas dan anggota gerak bawah akan membantu memperkuat seluruh tulang dalam tubuh, terutama kaki dan tangan. Latihan ini dimulai dengan intensitas rendah dan secara bertahap diringkatkan dalam beberapa bulan.

Setiap kali latihan untuk mengobati penyakit osteoporosis ini dilakkan repetisi 10-15 kali. Jika ototsudah bertamabah kuat, beban akan ditingkatkan secara bertahap, tetapi peningkatan beban tidak melebihi 10% tiap minggunya. Selain latihan, aktivitas berdiri tegak lebih dari 30 menit per hari akanmencegah terjadinya penurunan kepadatan tulang. Bagi Anda yang telah terkena osteoporosis, pada olahraganya berbeda dengan program pencegahan osteoporosis. Bentuk dan porsi latihan sebainya dilakukan dibawah pengawasan dokter rehabilitasi medic sehingga program latihan dapat dijalankan secara baik dan benar sesuai dengan kebutuhan dan kondisi Anda.

Terapi latihan untuk osteoporosis ini harus deprogram secara perorangan, dimana latihan dimulai dengan hari-hari tanpa beban dan secara bertahap ditingkatkan dengan pelatihan kekuatan dan anggotabadan. Bila kekuatan dan daya tahan telah meningkat, waktu latihan ditambah.

Gejala Osteoporosis

Untuk tulang yang mudah mengalami pengeroposan biasanya akan mudah mengalami fraktur tulang, selain itu tulang yang mengalami pengeroposan biasanya juga tidak hampir ditandai dengan gejala sama sekali, atau disebut dengan silent disease. Jadi jika lutut ataupun juga punggung Anda terasa sedikit nyeri dan kaku, yang menjadi lebih rasional untuk dicurigai sebagai penyakit osteoarthritis bukan penyakit osteoporosis. Kedua penyakit pengapuran ini memang berhubnugan dengan wanita yang sudah mengalami menopause akibat dari proses metabolisme yang ada didalam tulang yang memang memerlukan pengaruh dari hormon estrogen. Dan normalnya mengalami penurunan disaat wanita mengalami menipause. Dan selain itu juga untuk kasus pengapuran sendi biasanya disebabkan karena masalah trauma yang terjadi secara menahun atau kronis pada sendi yang diserang tersebut misalnya adalah seperti over use disaat sedang melakukan olahraga. Misalnya adalah disaat sedang menimpa mereka olahragawan atau juga dalam bentuk trauma minor yang walaupun misalnya seperti sedang nyeletekin jari. Trauma kronis yang terjaid pada sendi biasanya akan menimbulkan terjadinya rawan mengalami keausan dengan lebih mudah sebagai salah satu bentuk dari terjadinya penumpukan pada kalsium yang ada di dalam osteofit.

Penyakit osteoporosis selain bergantung dengan fugsi dari hormon estrogen yang biasanya juga berhubungan dengan stok kalsium yang mengalami penurunan di dalam tubuh, misalnya adalah seperti akibat dari jarang minum susu. Namun yang paling penting adalah bahwa puncak dari massa tulang yang memang sudah mengalami penurunan disaat sudah memasukiusia 30 tahunan, artinya adalah bahwa kita juga harus sudah memulai menabung kalsium sejak usia kita masih dini atau usia pertengahan untuk membantu menjamin disaat memasuki usia tua nanti tulang kita massanya akan masih dalam keadaan cukup padat.

Jadi jika Anda sudah mengalami osteoporosis, dan Anda baru mengonsumsi suplemen yang tinggi dengan kalsium atau juga susu tinggi kalsium, hal ini tidak akan banyak memberikan manfaatnya. Selain minum susu, kalsium yang jumlahnya tinggi bisa didapatkan di dalam ikan-ikan yang kecil misalnya adalah ikan teri. Kalsium yang alami memang sangat dianjurkan, dan selain itu juga suplemen kalsium dengan jumlah asupan yang tinggi biasanya akan menyebabkan berbagai masalah muncul misalnya adalah seperti terjadinya pembentukan batu saluran kemih dan juga adanya suatu peningkatan resikp penyakit jantung dan penyakit stroke yang biasanya menyerang wanita lansia yang mengonsumsi suplemen kalsium dengan teratur.

Jika Anda mengalami rasa nyeri sendi atau radang sendi, sakit pada tulang, pada otot dan bagian saraf yang diakibatkan karena masalah rematik atau juga akibat pengapuran tulang. Maka obat pengapuran yang baik dikonsumsi adalah obat alami. Untuk masalah pengapuran tulang atau penyakit osteoporosis biasanya yang menyerang mereka wanita lansia harus dicegah mulai dari sekarang. Saat ini sudah banyak susu kalsium yang membantu pembentukan massa tulang untuk memberikan kekuatan yang besar pada tulang agar tidak mengalami pengapuran tulang di usia lanjut. Kecacatan pada tulang juga bisa terjadi untuk Anda yang mengalami masalah pengapuran tulang.

Terapi Latihan Untuk Osteoporosis


=====================================

>>> Propolis Melia Nature Untuk Mengobati Pengapuran dan Penyakit Lainnya, Klik Detail Disini!
=====================================


This entry was posted in Pengapuran Tulang and tagged , , , , , , , , , , , . Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *