Gejala Osteoarthritis

Osteoarthritis atau OA adalah penyakit sendi yang paling sering ditemukan dan menjadi penyebab terbanyak kecacatan dan disabilitas, terutama pada usia lanjut. Menurut WHO, 40% penduduk dunia yang berusia lebih dari 70 tahun akan menderita Osteoarthritis lutut, 80% diantaranya akan mengalami keterbatasan gerak. Osteoarthritis dikenal pula sebagai pengapuran sendi. Kelainan utama Osteoarthritis adalah kerusakan pada tulang rawan sendi. Tulang rawan sendi adalah komponen sendi yang melapisi ujung tulang dalam persendian, berfungsi sebagai bantalan dan peredam kejut apabila dua ruas tulang berbenturan pada saat sendi digerakkan. Karena tulang rawan sendi tidak mempunyai persarafan, apabila terjadi benturan dua ruas tulang, kita tidak merasakan nyeri.

Osteoarthritis disebabkan oleh beberapa hal sebagai berikut :

- Kelebihan berat badan atau obesitas. Biasanya juga akan menimpa pada penderita diabetes.

- Semakin bertambahnya usia yang semakin menua disertai dengan cedera pada persendian dan otot.

- Sendi yang tidak benar terbentuk dan adanya cacat genetik pada tulang rawan sendi.

- Mengerjakan suatu pekerjaan dan olahraga yang terlalu berlebihan.

- Masalah konsumsi gizi juga dapat menyebabkan terjadinya Osteoarthritis, seperti minimnya konsumsi kalsium dan terlalu berlebihan dalam mengkonsumsi makanan manis sehinnga menyebabkan obesitas seperti yang telah dikatakan sebelumnya.

- Metabolisme tubuh yang salah dapat menyebabkan Osteoarthritis, seperti penyakit paget dan penyakit Wilson

- Adanya cacat genetic seperti gangguan kolagen, yang dapat meningkatkan kerusakan dari arsitektur pelindung tulang rawan.

Kerusakan pada tulang rawan sendi dapat disebabkan banyak faktor. Semua berakibat pada penipisan tulang rawan sendi, yang pada stadium akhir, tulang rawan sendi sedemikian tipisnya sehingga tidak dapat menjalankan fungsinya lagi. Sebagaimana halnya dengan penyakit rematik lainnya, nyeri dapat diperberat oleh rasa dingin atau cuaca dingin, pada keadaan yang lebih jarang, nyeri dapat diperberat oleh panas.

Dalam hal ini pengapuran sendi tidak mempunyai hubungan dengan zat kapur, kata yang lebih tepat mungkin adalah karatan. Demikian pula masyarakat perlu membedakan antara Osteoarthritis (pengapuran sendi) dan osteoporosis (keropos tulang) karena keduanya sangat berbeda walaupun memiliki makna yang mirip.

Osteoarthritis umumnya menyerang sendi penopang tubuh seperti sendi lutut (paling sering), panggul, tulang belakang bagian pinggang, dan servikal (tengkuk). Osteoarthritis dapat juga mengenai sendi jari tangan.

Gejala klinik dari Osteoarthritis meliputi nyeri sendi, kaku sendi, bengkak sendi, kelemahan dan disabilitas. Nyeri sendi merupakan keluhan awal pasien Osteoarthritis, muncul setelah sendi terserang digunakan dan bertambah berat pada penggunaan yang berlebihan dan berkurang jika diistirahatkan.

Hingga saat ini belum ada obat yang dapat menghentikan proses Osteoarthritis, apalagi memperbaiki kerusakan tulang rawan sendi yang telah terjadi. Yang ada adalah beberapa obat yang diduga dapat memperlambat proses Osteoarthritis (antara lain glukosamin / kondroitin, asam hialuronat, dan diacerhein).

Saat ini penderita masih lebih bergantung pada obat simptomatik untuk mengurangi nyeri dan peradangan yang pada penggunaan jangka panjang punya efek samping mnyebabkan perdarahan saluran cerna dan gangguan fungsi ginjal.

Fisioterapi dan rehabilitasi merupakan salah satu cara untuk mengatasi nyeri, mencegah terjadinya cacat dan mengatasi disabilitas dengan cara memakai berbagai alat bantu. Apabila semua gagal, dapat dilakukan pembedahan untuk mengganti sendi yang rusak.

Osteoarthritis atau OA adalah penyakit sendi yang paling sering ditemukan dan menjadi penyebab terbanyak kecacatan dan disabilitas, terutama pada usia lanjut. Menurut WHO, 40% penduduk dunia yang berusia lebih dari 70 tahun akan menderita OA lutut, 80% diantaranya akan mengalami keterbatasan gerak. OA dikenal pula sebagai pengapuran sendi. Kelainan utama OA adalah kerusakan pada tulang rawan sendi. Tulang rawan sendi adalah komponen sendi yang melapisi ujung tulang dalam persendian, berfungsi sebagai bantalan dan peredam kejut apabila dua ruas tulang berbenturan pada saat sendi digerakkan. Karena tulang rawan sendi tidak mempunyai persarafan, apabila terjadi benturan dua ruas tulang, kita tidak merasakan nyeri.

Osteoarthritis disebabkan oleh beberapa hal sebagai berikut :

- Kelebihan berat badan atau obesitas. Biasanya juga akan menimpa pada penderita diabetes.

- Semakin bertambahnya usia yang semakin menua disertai dengan cedera pada persendian dan otot.

- Sendi yang tidak benar terbentuk dan adanya cacat genetik pada tulang rawan sendi.

- Mengerjakan suatu pekerjaan dan olahraga yang terlalu berlebihan.

- Masalah konsumsi gizi juga dapat menyebabkan terjadinya Osteoarthritis, seperti minimnya konsumsi kalsium dan terlalu berlebihan dalam mengkonsumsi makanan manis sehinnga menyebabkan obesitas seperti yang telah dikatakan sebelumnya.

- Metabolisme tubuh yang salah dapat menyebabkan Osteoarthritis, seperti penyakit paget dan penyakit Wilson

- Adanya cacat genetic seperti gangguan kolagen, yang dapat meningkatkan kerusakan dari arsitektur pelindung tulang rawan.

Kerusakan pada tulang rawan sendi dapat disebabkan banyak faktor. Semua berakibat pada penipisan tulang rawan sendi, yang pada stadium akhir, tulang rawan sendi sedemikian tipisnya sehingga tidak dapat menjalankan fungsinya lagi. Sebagaimana halnya dengan penyakit rematik lainnya, nyeri dapat diperberat oleh rasa dingin atau cuaca dingin, pada keadaan yang lebih jarang, nyeri dapat diperberat oleh panas.

Dalam hal ini pengapuran sendi tidak mempunyai hubungan dengan zat kapur, kata yang lebih tepat mungkin adalah karatan. Demikian pula masyarakat perlu membedakan antara osteoarthritis (pengapuran sendi) dan osteoporosis (keropos tulang) karena keduanya sangat berbeda walaupun memiliki makna yang mirip.

OA umumnya menyerang sendi penopang tubuh seperti sendi lutut (paling sering), panggul, tulang belakang bagian pinggang, dan servikal (tengkuk). OA dapat juga mengenai sendi jari tangan.

Gejala klinik dari OA meliputi nyeri sendi, kaku sendi, bengkak sendi, kelemahan dan disabilitas. Nyeri sendi merupakan keluhan awal pasien OA, muncul setelah sendi terserang digunakan dan bertambah berat pada penggunaan yang berlebihan dan berkurang jika diistirahatkan.

Hingga saat ini belum ada obat yang dapat menghentikan proses OA, apalagi memperbaiki kerusakan tulang rawan sendi yang telah terjadi. Yang ada adalah beberapa obat yang diduga dapat memperlambat proses OA (antara lain glukosamin / kondroitin, asam hialuronat, dan diacerhein).

Saat ini penderita masih lebih bergantung pada obat simptomatik untuk mengurangi nyeri dan peradangan yang pada penggunaan jangka panjang punya efek samping mnyebabkan perdarahan saluran cerna dan gangguan fungsi ginjal.

Fisioterapi dan rehabilitasi merupakan salah satu cara untuk mengatasi nyeri, mencegah terjadinya cacat dan mengatasi disabilitas dengan cara memakai berbagai alat bantu. Apabila semua gagal, dapat dilakukan pembedahan untuk mengganti sendi yang rusak.


=====================================

>>> Propolis Melia Nature Untuk Mengobati Pengapuran dan Penyakit Lainnya, Klik Detail Disini!
=====================================


This entry was posted in Pengapuran Tulang and tagged , , , , , , , , , , , , , , , , , , , . Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>