Pengapuran Tulang

Pengapuran Tulang – Pengapuran Sendi (osteoarthritis) selama ini disalah persepsikan sebagai penyakit yang disebabkan oleh kelebihan asupan kalsium. Padahal, osteoarthritis yang masuk golongan penyakit rematik tidak ada hubungannya dengan konsumsi kalsium yang berlebihan. osteoarthritis timbul akibat gerakan pada sendi yang berlebihan serta tekanan dari berat badan tubuh seseorang.

Pengapuran Tulang

Pengapuran Tulang

Penyakit Pengapuran Tulang dan Sendi

Karena itu, pengapuran sendi banyak terjadi pada orang-orang yang gemuk, terlalu banyak olahraga serta orang-orang yang kesehariannya terlalu lama jongkok, berdiri dan duduk. Penyakit osteoarthritis tidak bisa dihindari karena bagian dari proses penuaan tubuh. Namun, orang-orang yang kegemukan, lebih cepat terkena osteoarthritis dibandingkan mereka yang kurus maupun bertubuh ideal. Orang kurus pun bisa terkena osteoarthritis bila memiliki kebiasaan tidak sehat seperti olahraga berlebihan, terlalu lama berdiri, jongkok atau duduk.

Sebenarnya orang gemuk dan orang kurus memiliki risiko penyakitnya sendiri. Pada orang gemuk cenderung terkena osteoarthritis, sedangkan orang kurus terkena osteoporosis atau patah tulang. Karena itu usahakan berat badan ideal agar terhindari dari penyakit osteoporosis atau osteoarthritis.

Akibat penggunaan sendi yang berlebihan sewaktu muda, kelenturannya menjadi berkurang. Sehingga sendi menjadi “berkarat” saat memasuki usai lanjut. Akibatnya sendi menjadi terasa sangat nyeri saat di gerakkan, karena “pelumas” yang ada sudah berkurang akibat pemakaian yang berlebihan.

Osteoarthritis merupakan penyakit sendi yang paling sering didapatkan dan penyebab terpenting dari nyeri dan ketidakmampuan pada lansia (lanjut usia). Osteoarthritis paling banyak tejadi pada tulang belakang, lutut, tangan dan kaki.

Gejala Pengapuran Sendi

Gejala klinik dari osteoarthritis meliputi nyeri sendi, kaku sendi, bengkak sendi, kelemahan dan disabilitas. Osteoarthritis dimulai dengan kerusakan pada tulang rawan sendi yang berakhir dengan kerusakan ke seluruh sendi. Lebih dari 80% penderita osteoarthritis mengalami keterbatasan gerak.

Pengapuran sendi dengan pengapuran tulang berbeda. Jika Anda sudah paham mengenai pengapuran sendi diatas, maka akan kami jelaskan mengenai pengapuran tulang.

Pengapuran Tulang

Pengapuran tulang atau penyakit osteoporosis merupakan salah satu penyakit yang disebabkan karena penurunan pada ketebalan tulang dan akibat terjadinya mikroarsitektur tulang yang mengalami kerusakan sehingga menjadikan tulang dengan mudah patah. Tulang baisanya akan terlihat seperti berlubang-lubang atau mempunyai pori-pori. Penyakit osteoporosis ini banyak diderita oleh penduduk manusia. Namun kebanyakan yang menderita hal ini adalah wanita. Tulang yang dimiliki biasanya selalu berubah yakni ada yang mengalami kerusakan, ada yang disebabkan karena pembentukan tulang baru sebagai pengganti dari tulang yang mengalami kerusakan. Tulang ini biasanya dibentuk dari suatu struktur bangunan yang lebih mirip dengan sarang lebah dan kemudian dipenuhi dengan kandungan kalsium atau juga mineral yang lain. Sampai pada batas usia 20-25 tahun proses dari pembentukan tulang yang dibuat dari kalsium yang terdapat dalam makanan biasanya bisa mencukupi kebutuhan untuk proses pergantian tulang yang mengalami kerusakan.

Masa puncak tulang yang baik biasanya akan dicapai disaat seseorang berusia 25 tahun, dan kemudian sedikit demi sedikit hal ini akan mengalami penurunan setelah seseorang menginjak usia diatas 40 tahun. Dan setelah disaat seseorang mengalami menopause maka wanita yang mengalami penurunan pada massa tulang yang akan terjadi dengan sangtat tajam. Hal ini disebabkan karena terjadinya penurunan pada kadar estrogen.

Kemudian tulang yang mengalami penurunan massa tadi biasanya akan lebih beresiko mengalami patah tulang walaupun akibatnya bisa terjadi dari benturan yang ringan. dan pada kenyataannya adalah bahwa patah tulang ini kemungkinan merupakan salah satu gejala atau tanda dari penyakit osteoporosis. Mungkin Anda menanyakan apakah gejala yang ditimbulkan dari penyakit osteoporosis ini? Sangat disayangkan sekali bahwa penyakit osteoporosis ini biasanya tidak memberikan suatu gejala, kecuali jika memang tulang Anda mengalami masalah patah tulang, Anda biasanya akan menjadi lebih pendek dan bagian punggung akan menjadi lebih ungkuk. Namun walaupun demikian, banyak cara yang bisa dilakukan dalam membantu mendapatkan keterangan apakah Anda mengalami atau menderita penyakit osteoporosis. Pemeriksaan penyakit osteoporosis yang baik dilakukan adalah dengan cara melakukan pengukuran pada kepadatan tulang atau bone mass density dengan menggunakan alat yang disebut dengan densitometer. Pemeriksaan pada foto rontgent yang polos lazimnya digunakan untuk membantu melihat terjadinya patah tulang. Jika massa tulang yang sudah berkurang lebih dari sekitar 30 persen, masa dari gambaran pada penyakit osteoporosis ini bisa dilihat dengan cara menggunakan foto rontgent polos.

Mengobati Pengapuran Tulang

Untuk mengobati atau juga menggunakan obat osteoporosis saat ini banyak cara yang bisa digunakan. Misalnya adalah dengan meningkatkan asupan dari kalsium, dan melakukan olahraga secara teratur, mempertahankan gaya hidup yang sehat dan baik untuk tulang Anda atau juga melakukan  terapi herbal.  Beberapa jenis obat yang bisa digunakan dalam membantu mencegah kehilangan massa tulang atau membantu mengobati penyakit osteoporosis sehingga bisa membantu mencegah terjadinya resiko mengalami patah tulang adalah :

  1. Hormon estrogen
  2. Bifosfonat
  3. Calsitonin
  4. Cacitrol
  5. Raloxifen

Dan jika memang sudah terjadi patah tulang, maka hal yang harus dilakukan adalah pembedahan dengan tujuan untuk membantu memperbaiki tulang yang mengalami patah tersebut dan kemudian mengembalikan fungsi dari tulang atau juga persendian yang berkaitan dengan patah tulang tadi. Tindakan terapi fisik yang dikenal dengan fisioterapi biasanya dibutuhkan dalam membantu proses penyembuhan untuk mengembalikan fungsi dari anggota tubuh dimana akan ada tulang yang patah, misalnya adalah melakukan latihan pada penguatanotot pahan jika memang terjadi dibagian paha.

Pengapuran Tulang

Posted in Pengapuran Tulang | Tagged , , , , , , | Comments Off

Terapi Latihan Untuk Osteoporosis

Terapi Latihan Untuk Osteoporosis – Salah satu cara mencegah pnyakit osteoporosis adalah dengan terapi latihan untuk osteoporosis (osteoporosis exercise). Dalam latihan osteoporosis, gerakan fisik dikhususkan melatih, daerah yang rawan terserang yaitu area tulang punggung, pangkal pahak, dan pergelangan tangan untuk meningkatkan kepadatan tulang. Beban yang digunakan dalam latihan berfungsi untuk meningkatkan kepadatan tulang. Latihan ini juga akan membuat Anda menjadi lebih segar dan bugar.

Terapi Latihan Untuk Osteoporosis

Terapi Latihan Untuk Osteoporosis

Penyakit Osteoporosis

Tidak semua jenis terapi letihan untuk osteoporosis bisa membantu meningkatkan kepadatan tulang. Bentuk latihan yang dianjurkan untuk meningkatkan kepadatan dan kekuatan tulang berupa wight-beiring exercise (latihan beban tubuh) dan latihan kekuatan atau ketahanan. Weight bearing exercise ini bisa berupa jalan cepat dan aerobic low impact minimal 15-20 menit dengan frekuensi 3-4 kali dalam seminggu. Jika tidak dapat berjalan karena terlalu sukar atau terlalu nyeri, dianjurkan untuk bersepeda statis. Penelitian menunjukkan bahwa orang-orang yang melakukan latihan paling sedikitnya 3-4 jam dalam seminggu menunjukkan penurunan resiko terjadinya patah tulang pangkal paha hingga 50%.

Terapi latihan untuk osteoporosis dengan kekuatan yang mengangkat beban misalnya adalah latihan isokinetik oleh anggota gerak atas dan anggota gerak bawah akan membantu memperkuat seluruh tulang dalam tubuh, terutama kaki dan tangan. Latihan ini dimulai dengan intensitas rendah dan secara bertahap diringkatkan dalam beberapa bulan.

Setiap kali latihan untuk mengobati penyakit osteoporosis ini dilakkan repetisi 10-15 kali. Jika ototsudah bertamabah kuat, beban akan ditingkatkan secara bertahap, tetapi peningkatan beban tidak melebihi 10% tiap minggunya. Selain latihan, aktivitas berdiri tegak lebih dari 30 menit per hari akanmencegah terjadinya penurunan kepadatan tulang. Bagi Anda yang telah terkena osteoporosis, pada olahraganya berbeda dengan program pencegahan osteoporosis. Bentuk dan porsi latihan sebainya dilakukan dibawah pengawasan dokter rehabilitasi medic sehingga program latihan dapat dijalankan secara baik dan benar sesuai dengan kebutuhan dan kondisi Anda.

Terapi latihan untuk osteoporosis ini harus deprogram secara perorangan, dimana latihan dimulai dengan hari-hari tanpa beban dan secara bertahap ditingkatkan dengan pelatihan kekuatan dan anggotabadan. Bila kekuatan dan daya tahan telah meningkat, waktu latihan ditambah.

Gejala Osteoporosis

Untuk tulang yang mudah mengalami pengeroposan biasanya akan mudah mengalami fraktur tulang, selain itu tulang yang mengalami pengeroposan biasanya juga tidak hampir ditandai dengan gejala sama sekali, atau disebut dengan silent disease. Jadi jika lutut ataupun juga punggung Anda terasa sedikit nyeri dan kaku, yang menjadi lebih rasional untuk dicurigai sebagai penyakit osteoarthritis bukan penyakit osteoporosis. Kedua penyakit pengapuran ini memang berhubnugan dengan wanita yang sudah mengalami menopause akibat dari proses metabolisme yang ada didalam tulang yang memang memerlukan pengaruh dari hormon estrogen. Dan normalnya mengalami penurunan disaat wanita mengalami menipause. Dan selain itu juga untuk kasus pengapuran sendi biasanya disebabkan karena masalah trauma yang terjadi secara menahun atau kronis pada sendi yang diserang tersebut misalnya adalah seperti over use disaat sedang melakukan olahraga. Misalnya adalah disaat sedang menimpa mereka olahragawan atau juga dalam bentuk trauma minor yang walaupun misalnya seperti sedang nyeletekin jari. Trauma kronis yang terjaid pada sendi biasanya akan menimbulkan terjadinya rawan mengalami keausan dengan lebih mudah sebagai salah satu bentuk dari terjadinya penumpukan pada kalsium yang ada di dalam osteofit.

Penyakit osteoporosis selain bergantung dengan fugsi dari hormon estrogen yang biasanya juga berhubungan dengan stok kalsium yang mengalami penurunan di dalam tubuh, misalnya adalah seperti akibat dari jarang minum susu. Namun yang paling penting adalah bahwa puncak dari massa tulang yang memang sudah mengalami penurunan disaat sudah memasukiusia 30 tahunan, artinya adalah bahwa kita juga harus sudah memulai menabung kalsium sejak usia kita masih dini atau usia pertengahan untuk membantu menjamin disaat memasuki usia tua nanti tulang kita massanya akan masih dalam keadaan cukup padat.

Jadi jika Anda sudah mengalami osteoporosis, dan Anda baru mengonsumsi suplemen yang tinggi dengan kalsium atau juga susu tinggi kalsium, hal ini tidak akan banyak memberikan manfaatnya. Selain minum susu, kalsium yang jumlahnya tinggi bisa didapatkan di dalam ikan-ikan yang kecil misalnya adalah ikan teri. Kalsium yang alami memang sangat dianjurkan, dan selain itu juga suplemen kalsium dengan jumlah asupan yang tinggi biasanya akan menyebabkan berbagai masalah muncul misalnya adalah seperti terjadinya pembentukan batu saluran kemih dan juga adanya suatu peningkatan resikp penyakit jantung dan penyakit stroke yang biasanya menyerang wanita lansia yang mengonsumsi suplemen kalsium dengan teratur.

Jika Anda mengalami rasa nyeri sendi atau radang sendi, sakit pada tulang, pada otot dan bagian saraf yang diakibatkan karena masalah rematik atau juga akibat pengapuran tulang. Maka obat pengapuran yang baik dikonsumsi adalah obat alami. Untuk masalah pengapuran tulang atau penyakit osteoporosis biasanya yang menyerang mereka wanita lansia harus dicegah mulai dari sekarang. Saat ini sudah banyak susu kalsium yang membantu pembentukan massa tulang untuk memberikan kekuatan yang besar pada tulang agar tidak mengalami pengapuran tulang di usia lanjut. Kecacatan pada tulang juga bisa terjadi untuk Anda yang mengalami masalah pengapuran tulang.

Terapi Latihan Untuk Osteoporosis

Posted in Pengapuran Tulang | Tagged , , , , , , , , , , , | Leave a comment

Pengapuran Tulang Belakang

Pengapuran Tulang Belakang – Sebagian orang mempunyai massa tulang yang rendah di salah satu tulang dan massa tulang yang normal di tulang lain. Kasus tulang belakang jauh lebh tinggi ketimbang pinggul, khususnya pada orangtua, mungkin berhbungan dengan skoliosis, arthritis, patah tulang, atau pengapuran tulang belakang. Namun, kemungkinan juga ada faktor genetis sehingga seseorang tampaknya mewarisi kecenderungan mempunyai massa tulang yang rendah di tempat tertentu. Alasan hal ini terjadi belumlah diketahui. Hal ini bisa berhubungan dengan faktor hormone, faktor mekanis, perbedaan ukuran tulang, dan sebagainya. Ada kalanya orang mempunyai nilai massa tulang pinggul yang normal dan nilai massa tulang belakang yang sangat rendah.

Sekali lagi, faktor genetis berperan dalam hal ini. Dalam kasus ini, masuk akal jika mengansumsikan bahwa orang tersebut akan mempunyai resiko patah tulang belakang yang tinggi dan mempunyai resiko patah tulang yang lebih rendah atau sedang didaerah selain ruas tulang belakang. Hal ini terbukti sebagian karena ini bukan situasi yang lazim. Obat-obatan juga dapat menyebabkan perbedaan kepadatan antara tulang yang satu dan tulang yang lain. Obat-obatan steroid, misalnya dapat mengurangi massa tulang yang lain. Obat-obat steroid, misalnya dapat mengurangi   massa tulang belakang lebih banyak ketmbang massa tulang pinggul dan menyebabkan penyakit osteoporosis di tempat teretntu.

Pengapuran Tulang Belakang

Pengapuran Tulang Belakang

Pengapuran Tulang Belakang

Osteoporosis pengapuran tulang belakang selain bergantung pada fungsi hormone estrogen juga ditengarai berkaitan dengan stok kalsium yang kurang pada tubuh, misalnya jarang minum susu. Namun yang penting untuk diketahui, puncak massa tulang kita sudah menurun saat kita mulai masuk usia kepala tiga, artinya kita harus sudah memulai menimbun kalsium sejak kita usia pertengahan untuk menjamin saat tua nanti tulang kita masih cukup padat. Osteoporosis selain bergantung pada fungsi hormone estrogen juga ditengarai berkaitan dengan stok kalsium yang kurang pada tubuh, misalnya jarang minum susu. Namun yang penting untuk diketahui, puncak massa tulang kita sudah menurun saat kita mulai masuk usia kepala tiga, artinya kita harus sudah memulai menimbun kalsium sejak kita usia pertengahan untuk menjamin saat tua nanti tulang kita masih cukup padat.

Osteoporosis pengapuran tulang belakang umumnya tak bergejala dan penilaiannya tak cukup dari hasil roentgen konvensional. Perlu suatu alat khusus yang dinamakan bone densitometri untuk dapat menilai kepadatan massa tulang. Dengan demikian tulang Anda dapat dideteksi sebagai tulang dengan massa yang masih baik, osteopenia (mulai menurun kepadatan massanya) atau malah sudah osteoporosis (keropos). Berbeda dengan Osteoarthritis yang ujung-ujungnya berupa tindakan bedah, pada osteoporosis kita masih mengandalkan berbagai obat-obatan, kecuali jika sudah terjadi fraktur patologis. Obat yang menjadi andalan baru untuk mengatasi osteoporosis adalah bisfosfonat. Sebaiknya bagi Anda yang terutama wanita dan berusia 50 tahun ke atas saya anjurkan sekali waktu perlu menilai bone densitometri tulang Anda dan konsultasi kepada ahlinya diperlukan sebelum fraktur patologis terjadi.

Beberapa faktor resiko orang-orang yang mengalami pengapuran tulang belakang adalah :

  1. Wanita yang mengalami masa pasca menopause
  2. Wanita yang mengalami masa henti haid atau menopause namun usianya masih dibawah 45 tahun atau mengalami menopause dini.
  3. Mereka dengan badan kurus dan mempunyai ukuran tulang yang kecil
  4. Mereka yang mempunyai riwayat kesehatan OP dalam keluarganya
  5. Mereka yang mempunyair riwayat kesehatan patah tulang yang disebabkan oleh terjadinya benturan dengan ringan
  6. Mengalami radang sendi atau juga penyakit lainnya yang berhubungan erat dengan penyakit osteoporosis.
  7. Menggunakan obat dengan dampak membuat kekuatan tulang mengalami penurunan misalnya adalah obat untuk anti kejang dan juga obat steroid.
  8. Mengonsumsi kalsium yang ada di dalam makanan sehari-hari mereka
  9. Perokok aktif
  10. Mereka yang minum alkohol
  11. Mereka yang mengalami masalah gangguan pada ingatan atau demensia
  12. Mereka yang tidak melakukan olahraga secara teratur
  13. Laki-laki dengan kadar testosteron yang ada di dalam tubuhnya sangat rendah.

Jika Anda mengalami satu atau juga lebih  dari faktor yang ada diatas tersebut, maka karena oleh sebab itulah Anda mempunyai resiko yang lebih besar lagi dalam mengalami penyakit osteoporosis atau juga mengalami masalah patah tulang. Wanita dengan resiko lebih tinggi dibandingkan pria yang bisa diakibatkan karena terjadinya kepadatang pada massa tulang seorang wanita yang resikonya 20-30 kali lebih rendah dibandingkan pria.

Obat Pengapuran Tulang

Obat pengapuran tulang belakang yang paling utama adalah tujuannya dalam membantu membangun tulang agar menjadi lebih kuat dan membantu mencegah terjadinya kehilangan pada massa tulang. Maka mulailah sejak dini menabung kalsium di dalam tulang untuk membuatnya menjadi lebih kuat. Misalnya adalah dengan cara memperhatikan gaya hidup. Dan selain itu, sebelum usia seseorang memasuki 35 tahun adalah salah satu cara yang paling tepat dan paling baik dalam membantu membangun tulang agar lebih kuat lagi.

Mengonsumsi asupan kalsium dengan jumlah yang cukup bukan saja dibutuhkan dalam membantu membangun tulang dengan lebih kuat, tetapi juga memang dibutuhkan untuk melakukan proses yang lain misalnya adalah seperi denyut jantung, proses pembekuan darah, dan juga proses menguatkan otot. Jika asupan dari kalsium ini tidak dipenuhi dengan baik maka kalsium biasanya akan ditarik dari tulang agar proses yang lain diatas tadi yang lebih penting akan berjalan dengan baik.

Pengapuran Tulang Belakang

Posted in Pengapuran Tulang | Tagged , , , , , , , , , , , , , , , , | 1 Comment

Pengapuran Tulang Leher

Pengapuran Tulang LeherSakit kepala juga bisa muncul akibat ada pengapuran di ruas tulang leher. Hampir 60% dari orang mengeluh tentang nyeri leher di beberapa titik waktu dalam hidup dan oleh karena itu dianggap sebagai masalah yang paling umum. Beberapa dari kita mengambil obat penghilang rasa sakit biasa tetapi hanya reda rasa sakit dan penyebab akar masalah masih tetap.

Pengapuran Tulang Leher

Nyeri leher yang timbul umumnya akibat adanya pengapuran tulang leher. Akibat pengapuran tulang leher ini menyebabkan terjadinya penyempitan pada lubang tempat keluarnya saraf-saraf tepi (saraf spinalis) yang terdapat di tulang belakang leher tersebut.

Hasilnya keluhan nyeri pada leher, kadang juga dirasakan nyeri yang menjalar ke bahu atau lengan akan terasa, namun tergantung jenis saraf yang terjepit. Seiring bertambahnya usia, pembantalan pada diskus di antara tulang belakang akan mengering, sehingga mempersempit ruang di dalam kolum spinal, tempat di mana syaraf-syaraf menjulur keluar.

Pengapuran Tulang Leher

Pengapuran Tulang Leher

Namun sakit leher yang terjadi dan dirasakan oleh tiap orang biasanya bisa terjadi dengan bermacam-macam atau bervariasi, semuanya tergantung dari penyebab yang mempengaruhinya. Sakit yang mulai menjalar ke daerah lengan, kemudian mengalami pegal-pegal, leher yang terasa kaku atau juga menjadi susah untuk digerakkan adalah sebagai berbagai macam dari manifestasi yang muncul. Dan selain itu juga, kelihan yang baisanya sering dirasakan jika pasien yang mengalami penjepitan saraf perifer yang bisa mengenai ke level saraf dan juga dari bagian lehernya.

Pemeriksaan Pengapuran Tulang Leher

Pemeriksaan penunjang yang bisa dilakukan adalah untuk mengetahui faktor penyebab dari sakit leher tersebut muncul. Misalnya adalah dengan melakukan :

  1. Melakukan rontgent
  2. MRI atau Magnetic Resonance Imagine
  3. Ultrasonografi (adalah alat dari pemeriksaan penunjang yang memang dibutuhkan)

Rontgent biasanya dilakukan untuk membantu menggambarkan apakah ada suatu kelainan yang terjadi pada bagian tulang misalnya adalah seperti pengapuran tulang leher, penjepitan dibagian bantalan atau juga discus, atau juga pengeroposan tulang atau penyakit osteoporosis. MRI Biasanya dilakukan dalam membantu menggambarkan dimana letak dan juga membantu meyakinkan dari penjepitan pada saraf atau juga proses penyempitan saraf, sedangkan USG yang dilakukan biasanya bertujuan untuk membantu menggambarkan apakah memang terjadi suatu kelainan dibagian otot-otot yang ada pada sekitar leher.

Gejala yang muncul jika seseorang mengalami pengapuran tulang leher adalah :

  1. Pusing atau sakit kepala
  2. Nyeri yang terasa dengan terus menerus, atau juga nyeri yang muncul dengan hilang timbul
  3. Baal atau kebas pada jari-jari tangan
  4. Nyeri yang terasa menjalar atau mengalami kesemutan pada bagian lengan sampai ke bagian tangan
  5. Nyeri pegal yang terjadi dengan sangat tajam misalnya adalah seperti sedang ditusuk jarum pada bagian leher dan juga bagian pundak atas
  6. Nyeri yang akan menggerakan leher, misalnya adalah seperti menunduk, menengok dan juga sedang mengenadah.

Terapi yang dilakukan pada penyakit pengapuran tulang leher adalah tergantung dari penyebab yang terjadi, biasanya terapis akan memberikan terapi lewat metode seperti :

  1. Mobilisasi
  2. Manipulasi
  3. Elektroterapi
  4. Latihan dan juga melakukan penguatan otot
  5. Mengoreksi postur.

Biasanya fisioterapi ini juga bisa membantu memberikan cara supaya si penderita bisa menolong diri mereka sendiri untuk bisa meringankan gejala sakit yang bisa membantu mengoreksi terjadinya penyebab. Dan fisioterapi juga bisa membantu memberikan suatu saran-saran secara praktis yang ada dalam melakukan tugas dikantor atau juga tugas dirumah, caranya dengan menyesuaikan beban dan juga menyesuaikan latihan yang sudah diberikan semuanya tergantuung dari keadaan si penderita.

Cara Mencegah Pengapuran Tulang Leher

Cara yang bisa dilakukan untuk mencegah terjadinya pengapuran tulang leher adalah :

  1. Hindari merokok
    Karena merokok bisa membuat penurunan terjadinya kepadatan pada massa tulang, membuat penderita mengalami penurunan berat badan, dan biasanya lebih cepat akan terjadi pada wanita yang mengalami menopause sebagai salah satu akibat dari kadar hormon wanita yang mengalami penurunan. Hal ini bisa meningkatkan resiko terjadinya patah tulang.
  2. Hindari minuman yang beralkohol
    Mengonsumsi minuman yang mengandung alkohol akan mengakibatkan terjadinya massa tulang hilang yang terjadi dengan lebih cepat serta kepadatan pada massa tulang yang akan lebih rendah. Jika Anda sedang mabuk, maka resiko untuk mengalami jatuh dan mengalami patah tulang bisa menjadi semakin tinggi lagi.
  3. Melakukan olahraga dant tetap aktif
    Olahraga yang membuat berat tubuh menjadi terbebani pada tulang biasanya akan mengakibatkan tulang menjadi leb ih padat. Anda bisa melakukan olahraga aerobik, menari, dan jogiing, lintas alam, naik tangga, atau juga aktivitas fisik yang lain yang bisa membantu mencapai kepadatan dari tulang agar lebih baik lagi. Selain itu, mengenai berapa lama Anda harus tetap melakukan olahraga semuanya tergantung dari kondisi jantung Anda, bukan hanya tergantung dari keadaan tulang Anda saja. Masih belum ada patokan yang pasti mengenai berapa lama Anda harus melakukan olahraga karena semuanya tergantung dari kondisi tubuh seseorang. Dan sebagai bentuk prakiraan yang bisa dipakai dalam suatu batasan yang dilakukan 30 menit setiap kali melakukan latihan dengan frekuensi yang sering dalam 1 minggu.

Itulah informasi mengenai penyakit pengapuran tulang leher. Semoga informasi ini bermanfaat untuk Anda semua.

Pengapuran Tulang Leher

Posted in Pengapuran Tulang | Tagged , , , , , | Leave a comment

Cara Menjaga Kesehatan Tulang

Cara Menjaga Kesehatan Tulang – Saat usia bertambah tubuh kita juga mengalami perubahan. Ukuran dan kekuatan otot akan menurun terutama akibat kurangnya aktivitas fisik. Masa tulang dan kepadatannya berkurang sehingga membuat resiko patah tulang bertambah. Tendon dan ligament menjadi kurang elastis, sehingga mudah cedera.

Cara Menjaga Kesehatan Tulang

Cara Menjaga Kesehatan Tulang

Peradangan Pada Sendi

Inflamasi atau peradangan di sendi dan rawan sendi biasanya terjadi akibat penyakit artritis.  Aktivitas fisik atau olahraga bisa membantu mengurangi resiko cedera asal dilakukan dengan porsi yang sesuai dengan kondisi anda. Cukup 30 menit aktivitas fisik bisa membantu anda merasa nyaman dan mencegah berbagai penyakit. Bahkan pada pnederita penyakit kronis, seperti osteoartritis dan osteoporosis bisa mendapatkan manfaat dari program olahraga yang seimbang.

Berikut adalah beberapa latihan yang dikembangkan oleh American Academy of Orthopaedic Surgeons untuk penderita osteoartrtis, nyeri punggung bawah (low back pain), osteoporosis, atau penderita penggantian lutut (knee replacement).

Osteoartritis

  • Latihan fisik amat penting untuk pendrita artritis. Latihan fisik membantu sendi tetap lentur, otot di sekitar sendi menjadi kuat, serta tulang rawan sendi dan tulang menjadi lenih sehat dan kuat. Nyeri juga dapat berkurang
  • Latihan yang dianjurkan secara rutin adalah jalan kaki, berenang, bersepeda, dan latihan peregangan otot.
  • Hindari latihan yang membebani sendi seperti aerobik, lari, atau olahraga kompetisi.

Low Back Pain

  • Latihan fisik bisa merupakan terapi umum bagi penderita nyeri pinggang bawah. Dokter orthopedi biasanya mengajukan olahraga yang akan menguatkan otot sebagai pendukung tulang belakang, juga latihan yang meningkatkan fungsi dan kelenturan otot.
  • Cara menjaga kesehatan tulang dengan melakukan peregangan setiap hari
  • Jika sedang tidak nyeri, latihan yang dianjurkan secara rutin adalah jalan kaki, berenang, bersepeda, dan beban ringan.

Osteoporosis

Cara Menjaga Kesehatan tulang dengan Olahraga yang bisa membantu memperlambat progretivitas osteoporosis dan membangun tulang yang kuat. Program olahraga yang sedang, rutin, hingga empat kalis seminggu, efektif mencegah dan mengatasi osteoporisis.

  • Cara menjaga kesehatan tulang Lakukan dengan latihan beban seperti jalan kaki, mendaki gunung, naik tangga, dansa, olahraga denhan raket atau treadmill.
  • Melatih kekuatan dengan angkatan beban yang ringan

Penggantian sendi (Total Join Replacement)

  • Pasien yang menjalani penggantian sendi masih bisa menjalani aktivitas harian. Olahraga tidak hanya penting proses penyembuhan, tetapi juga bermanfaat untuk jangka panjang. Latihan yang tepat bisa mengembalikan kekuatan dan mobilitas sendi.
  • Hindari aktivitas terutama yang membebani sendi buatan seperti lari, joging, atau main ski
  • Olahraga yang dianjurkan adalah berenang, bersepeda, golf dan tenis ganda.
  • Konsultasikan dengan dokter sebelum memulai program aktivitas fisik agar tidak berelbihan dari yang seharusnya.

Itulah beberapa cara yang bisa dilakukan untuk membantu menjaga kesehatan sendi. Berbeda dengan kasus OA atau osteoarthrtis, penyakit pengapuran tulang atau penyakit osteoporosis adalah suatu bentuk pengeporosan tulang, yakni penyakit dengan gejala yang khas seperti massa tulang yang rendah atau mengalami penurunan, kemudian disertai dengan terjadinya gangguan pada mikro-arsitektur pada tulang dan juga proses penurunan pada kualitas jaringan tulang yang bisa beresiko terjadinya patah tulang. Osteoporosis atau penyakit pengapuran tulang adalah penyakit dengan sifat atau gejala yang khas misalnya patah tulang.

Penyakit osteoporosis sendiri mempunyai beberapa stadium :

  1. Stadium 1
    Pada stadium ini biasanya tulang akan tumbuh dengan cepat dan tulang yang dibentuk biasanya masih lebih banyak serta lebih cepat dibandingkan dengan tulang yang sudah dihancurkan. Hal ini biasanya banyak terjadi pada mereka yang berusia sekitar 30-35 tahun.
  2. Pada stadium 2
    Untuk kasus pengapuran tulang stadium 2 biasanya banyak menyerang usia 35-45 tahun, dan kemudian kepadatang tulang sudah mengalami penurunan.
  3. Pada stadium 3
    Stadium ini biasanya menyerang usia 45-55 tahun, fraktur tulang biasanya akan muncul sekalipun hanya dengan sentuhan saja atau dalam bentuk benturan ringan.
  4. Stadium 4
    Untuk stadium ini biasanya akan terjadi diatas usia 55 tahun, kemudian rasa nyeri yang muncul dan terasa hebat akan beresiko menyebabkan terjadinya patah tulang. Hal ini akan membuat Anda tidak bisa melakukan aktivitas dengan baik lagi, Anda menjadi tidak bisa bekerja, tidak bisa bergerak dan kemungkinan mengalami depresi atau stres bisa terjadi.

Faktor resiko dari pengapuran tulang terjadi adalah :

  1. Jenis kelamin
    Faktor penyebab osteoporosis yang besar biasanya dialami oleh wanita. Hal ini dikarenakan wanita mempunyai hormon estrogen dan jika hormon estrogen dalam tubuh wanita mengalami penurunan kadarnya maka akan beresiko mengalami osteoporosis. Apalagi untuk wanita yang mengalami menopause.
  2. Usia
    Seiring dengan  usia yang semakin bertambah, resiko dalam mengalami osteoporosis akan menjadi sangat besar juga karena secara alamiah, tulang biasanya akan menajdi sangat rapuh seiring dengan usia yang semakin bertambah. Penyakit pengapuran tulang yang terjadi pada usia lanjut disebabkan karena massa tulang yang menurun yang disebabkan karena kemampuan tubuh dalam menyerap kalsium yang semakin berkurang.
  3. Ras
    Tahukah Anda bahwa semakin terang kulit seseorang, maka resiko untuk mengalami osteoporosis juga akan semakin tinggi. Oleh sebab itulah orang dengan ras Eropa Utara dan juga Asia baisanya mempunyai resiko besar mengalami pengapuran tulang atau osteoporosis.
  4. Pigmentasi serta lingkungan tempat tinggal
    Mereka yang juga berkulit gelap dan juga tinggal dalam wilayah khatulistiwa biasanya mempunyai resiko untuk mengalami penyakit osteoporosis yaang lebih rendah dibandingkan dengan kaum ras putih yang tinggal di wilayah seperti kutub.

Cara Menjaga Kesehatan Tulang

Posted in Pengapuran Tulang | Tagged , , , , , , , , , , , , | Leave a comment