Pengapuran Tulang

Pengapuran tulang (osteoarthritis) selama ini disalah persepsikan sebagai penyakit yang disebabkan oleh kelebihan asupan kalsium. Padahal, osteoarthritis yang masuk golongan penyakit rematik tidak ada hubungannya dengan konsumsi kalsium yang berlebihan. osteoarthritis timbul akibat gerakan pada sendi yang berlebihan serta tekanan dari berat badan tubuh seseorang.

Karena itu, pengapuran tulang banyak terjadi pada orang-orang yang gemuk, terlalu banyak olahraga serta orang-orang yang kesehariannya terlalu lama jongkok, berdiri dan duduk. Penyakit osteoarthritis tidak bisa dihindari karena bagian dari proses penuaan tubuh. Namun, orang-orang yang kegemukan, lebih cepat terkena osteoarthritis dibandingkan mereka yang kurus maupun bertubuh ideal. Orang kurus pun bisa terkena osteoarthritis bila memiliki kebiasaan tidak sehat seperti olahraga berlebihan, terlalu lama berdiri, jongkok atau duduk.


Sebenarnya orang gemuk dan orang kurus memiliki risiko penyakitnya sendiri. Pada orang gemuk cenderung terkena osteoarthritis, sedangkan orang kurus terkena osteoporosis atau patah tulang. Karena itu usahakan berat badan ideal agar terhindari dari penyakit osteoporosis atau osteoarthritis.

Akibat penggunaan sendi yang berlebihan sewaktu muda, kelenturannya menjadi berkurang. Sehingga sendi menjadi “berkarat” saat memasuki usai lanjut. Akibatnya sendi menjadi terasa sangat nyeri saat di gerakkan, karena “pelumas” yang ada sudah berkurang akibat pemakaian yang berlebihan.

Osteoarthritis merupakan penyakit sendi yang paling sering didapatkan dan penyebab terpenting dari nyeri dan ketidakmampuan pada lansia (lanjut usia). Osteoarthritis paling banyak tejadi pada tulang belakang, lutut, tangan dan kaki.

Gejala klinik dari osteoarthritis meliputi nyeri sendi, kaku sendi, bengkak sendi, kelemahan dan disabilitas. Osteoarthritis dimulai dengan kerusakan pada tulang rawan sendi yang berakhir dengan kerusakan ke seluruh sendi. Lebih dari 80% penderita osteoarthritis mengalami keterbatasan gerak.

Posted in Pengapuran Tulang | Tagged , , , , , , | Leave a comment

Terapi Latihan Untuk Osteoporosis

Salah satu cara mencegah pnyakit osteoporosis adalah dengan terapi latihan untuk osteoporosis (osteoporosis exercise). Dalam latihan osteoporosis, gerakan fisik dikhususkan melatih, daerah yang rawan terserang yaitu area tulang punggung, pangkal pahak, dan pergelangan tangan untuk meningkatkan kepadatan tulang. Beban yang digunakan dalam latihan berfungsi untuk meningkatkan kepadatan tulang. Latihan ini juga akan membuat Anda menjadi lebih segar dan bugar.

Tidak semua jenis terapi letihan untuk osteoporosis bisa membantu meningkatkan kepadatan tulang. Bentuk latihan yang dianjurkan untuk meningkatkan kepadatan dan kekuatan tulang berupa wight-beiring exercise (latihan beban tubuh) dan latihan kekuatan atau ketahanan. Weight bearing exercise ini bisa berupa jalan cepat dan aerobic low impact minimal 15-20 menit dengan frekuensi 3-4 kali dalam seminggu. Jika tidak dapat berjalan karena terlalu sukar atau terlalu nyeri, dianjurkan untuk bersepeda statis. Penelitian menunjukkan bahwa orang-orang yang melakukan latihan paling sedikitnya 3-4 jam dalam seminggu menunjukkan penurunan resiko terjadinya patah tulang pangkal paha hingga 50%.

Terapi latihan untuk osteoporosis dengan kekuatan yang mengangkat beban misalnya adalah latihan isokinetik oleh anggota gerak atas dan anggota gerak bawah akan membantu memperkuat seluruh tulang dalam tubuh, terutama kaki dan tangan. Latihan ini dimulai dengan intensitas rendah dan secara bertahap diringkatkan dalam beberapa bulan.

Setiap kali latihan untuk mengobati penyakit osteoporosis ini dilakkan repetisi 10-15 kali. Jika ototsudah bertamabah kuat, beban akan ditingkatkan secara bertahap, tetapi peningkatan beban tidak melebihi 10% tiap minggunya. Selain latihan, aktivitas berdiri tegak lebih dari 30 menit per hari akanmencegah terjadinya penurunan kepadatan tulang. Bagi Anda yang telah terkena osteoporosis, pada olahraganya berbeda dengan program pencegahan osteoporosis. Bentuk dan porsi latihan sebainya dilakukan dibawah pengawasan dokter rehabilitasi medic sehingga program latihan dapat dijalankan secara baik dan benar sesuai dengan kebutuhan dan kondisi Anda.

Terapi latihan untuk osteoporosis ini harus deprogram secara perorangan, dimana latihan dimulai dengan hari-hari tanpa beban dan secara bertahap ditingkatkan dengan pelatihan kekuatan dan anggotabadan. Bila kekuatan dan daya tahan telah meningkat, waktu latihan ditambah.

 

Posted in Pengapuran Tulang | Tagged , , , , , , , , , , , | Leave a comment

Pengapuran Tulang Belakang

Sebagian orang mempunyai massa tulang yang rendah di salah satu tulang dan massa tulang yang normal di tulang lain. Kasus tulang belakang jauh lebh tinggi ketimbang pinggul, khususnya pada orangtua, mungkin berhbungan dengan skoliosis, arthritis, patah tulang, atau pengapuran tulang belakang. Namun, kemungkinan juga ada faktor genetis sehingga seseorang tampaknya mewarisi kecenderungan mempunyai massa tulang yang rendah di tempat tertentu. Alasan hal ini terjadi belumlah diketahui. Hal ini bisa berhubungan dengan faktor hormone, faktor mekanis, perbedaan ukuran tulang, dan sebagainya. Ada kalanya orang mempunyai nilai massa tulang pinggul yang normal dan nilai massa tulang belakang yang sangat rendah.  Sekali lagi, faktor genetis berperan dalam hal ini. Dalam kasus ini, masuk akal jika mengansumsikan bahwa orang tersebut akan mempunyai resiko patah tulang belakang yang tinggi dan mempunyai resiko patah tulang yang lebih rendah atau sedang didaerah selain ruas tulang belakang. Hal ini terbukti sebagian karena ini bukan situasi yang lazim. Obat-obatan juga dapat menyebabkan perbedaan kepadatan antara tulang yang satu dan tulang yang lain. Obat-obatan steroid, misalnya dapat mengurangi massa tulang yang lain. Obat-obat steroid, misalnya dapat mengurangi   massa tulang belakang lebih banyak ketmbang massa tulang pinggul dan menyebabkan osteoporosis di tempat teretntu.

Osteoporosis pengapuran tulang belakang selain bergantung pada fungsi hormone estrogen juga ditengarai berkaitan dengan stok kalsium yang kurang pada tubuh, misalnya jarang minum susu. Namun yang penting untuk diketahui, puncak massa tulang kita sudah menurun saat kita mulai masuk usia kepala tiga, artinya kita harus sudah memulai menimbun kalsium sejak kita usia pertengahan untuk menjamin saat tua nanti tulang kita masih cukup padat. Osteoporosis selain bergantung pada fungsi hormone estrogen juga ditengarai berkaitan dengan stok kalsium yang kurang pada tubuh, misalnya jarang minum susu. Namun yang penting untuk diketahui, puncak massa tulang kita sudah menurun saat kita mulai masuk usia kepala tiga, artinya kita harus sudah memulai menimbun kalsium sejak kita usia pertengahan untuk menjamin saat tua nanti tulang kita masih cukup padat.

Osteoporosis pengapuran tulang belakang umumnya tak bergejala dan penilaiannya tak cukup dari hasil roentgen konvensional. Perlu suatu alat khusus yang dinamakan bone densitometri untuk dapat menilai kepadatan massa tulang. Dengan demikian tulang Anda dapat dideteksi sebagai tulang dengan massa yang masih baik, osteopenia (mulai menurun kepadatan massanya) atau malah sudah osteoporosis (keropos). Berbeda dengan Osteoarthritis yang ujung-ujungnya berupa tindakan bedah, pada osteoporosis kita masih mengandalkan berbagai obat-obatan, kecuali jika sudah terjadi fraktur patologis. Obat yang menjadi andalan baru untuk mengatasi osteoporosis adalah bisfosfonat. Sebaiknya bagi Anda yang terutama wanita dan berusia 50 tahun ke atas saya anjurkan sekali waktu perlu menilai bone densitometri tulang Anda dan konsultasi kepada ahlinya diperlukan sebelum fraktur patologis terjadi.

Posted in Pengapuran Tulang | Tagged , , , , , , , , , , , , , , , , | 1 Comment

Pengapuran Tulang Leher

Sakit kepala juga bisa muncul akibat ada pengapuran di ruas tulang leher. Hampir 60% dari orang mengeluh tentang nyeri leher di beberapa titik waktu dalam hidup dan oleh karena itu dianggap sebagai masalah yang paling umum. Beberapa dari kita mengambil obat penghilang rasa sakit biasa tetapi hanya reda rasa sakit dan penyebab akar masalah masih tetap.

Nyeri leher yang timbul umumnya akibat adanya pengapuran pada tulang leher. Akibat pengapuran ini menyebabkan terjadinya penyempitan pada lubang tempat keluarnya saraf-saraf tepi (saraf spinalis) yang terdapat di tulang belakang leher tersebut.

Hasilnya keluhan nyeri pada leher, kadang juga dirasakan nyeri yang menjalar ke bahu atau lengan akan terasa, namun tergantung jenis saraf yang terjepit. Seiring bertambahnya usia, pembantalan pada diskus di antara tulang belakang akan mengering, sehingga mempersempit ruang di dalam kolum spinal, tempat di mana syaraf-syaraf menjulur keluar.

Posted in Pengapuran Tulang | Tagged , , , , , | Leave a comment

Cara Menjaga Kesehatan Tulang

Saat usia bertambah tubuh kita juga mengalami perubahan. Ukuran dan kekuatan otot akan menurun terutama akibat kurangnya aktivitas fisik. Masa tulang dan kepadatannya berkurang sehingga membuat resiko patah tulang bertambah. Tendon dan ligament menjadi kurang elastis, sehingga mudah cedera.

Inflamasi atau peradangan disendi dan rawan sendi biasanya terjadi akibat penyakit artritis.  Aktivitas fisik atau olahraga bisa membantu mengurangi resiko cedera asal dilakukan dengan porsi yang sesuai dengan kondisi anda. Cukup 30 menit aktivitas fisik bisa membantu anda merasa nyaman dan mencegah berbagai penyakit. Bahkan pada pnederita penyakit kronis, seperti osteoartritis dan osteoporosis bisa mendapatkan manfaat dari program olahraga yang seimbang.

Berikut adalah beberapa latihan yang dikembangkan oleh American Academy of Orthopaedic Surgeons untuk pendeirta osteoartrtis, nyeri punggung bawah (low back pain), osteoporosis, atau penderita penggantian lutut (knee replacement).

Osteoartritis

  • Latihan fisik amat penting untuk pendrita artritis. Latihan fisik membantu sendi tetap lentur, otot di sekitar sendi menjadi kuat, serta tulang rawan sendi dan tulang menjadi lenih sehat dan kuat. Nyeri juga dapat berkurang
  • Latihan yang dianjurkan secara rutin adalah jalan kaki, berenang, bersepeda, dan latihan peregangan otot.
  • Hindari latihan yang membebani sendi seperti aerobik, lari, atau olahraga kompetisi.

Low Back Pain

  • Latihan fisik bisa merupakan terapi umum bagi penderita nyeri pinggang bawah. Dokter orthopedi biasanya mengajukan olahraga yang akan menguatkan otot sebagai pendukung tulang belakang, juga latihan yang meningkatkan fungsi dan kelenturan otot.
  • Lakukan peregangan setiap hari
  • Jika sedang tidak nyeri, latihan yang dianjurkan secara rutin adalah jalan kaki, berenang, bersepeda, dan beban ringan.

Osteoporosis
Olahraga yang bisa membantu memperlambat progretivitas osteoporisis dan membangun tulang yang kuat. Program olahraga yang sedang, rutin, hingga empat kalis seminggu, efektif mencegah dan mengatasi osteoporisis.

  • Lakukan dengan latihan beban seperti jalan kaki, mendaki gunung, naik tangga, dansa, olahraga denhan raket atau treadmill.
  • Melatih kekuatan dengan angkatan beban yang ringan

Penggantian sendi (Total Join Replacement)

  • Pasien yang menjalani penggantian sendi masih bisa menjalani aktivitas harian. Olahraga tidak hanya penting proses penyembuhan, tetapi juga bermanfaat untuk jangka panjang. Latihan yang tepat bisa mengembalikan kekuatan dan mobilitas sendi.
  • Hindari aktivitas terutama yang membebani sendi buatan seperti lari, joging, atau main ski
  • Olahraga yang dianjurkan adalah berenang, bersepeda, golf dan tenis ganda.
  • Konsultasikan dengan dokter sebelum memulai program aktivitas fisik agar tidak berelbihan dari yang seharusnya.
Posted in Pengapuran Tulang | Tagged , , , , , , , , , , , , | Leave a comment

Gejala Osteoarthritis

Osteoarthritis atau OA adalah penyakit sendi yang paling sering ditemukan dan menjadi penyebab terbanyak kecacatan dan disabilitas, terutama pada usia lanjut. Menurut WHO, 40% penduduk dunia yang berusia lebih dari 70 tahun akan menderita Osteoarthritis lutut, 80% diantaranya akan mengalami keterbatasan gerak. Osteoarthritis dikenal pula sebagai pengapuran sendi. Kelainan utama Osteoarthritis adalah kerusakan pada tulang rawan sendi. Tulang rawan sendi adalah komponen sendi yang melapisi ujung tulang dalam persendian, berfungsi sebagai bantalan dan peredam kejut apabila dua ruas tulang berbenturan pada saat sendi digerakkan. Karena tulang rawan sendi tidak mempunyai persarafan, apabila terjadi benturan dua ruas tulang, kita tidak merasakan nyeri.

Osteoarthritis disebabkan oleh beberapa hal sebagai berikut :

- Kelebihan berat badan atau obesitas. Biasanya juga akan menimpa pada penderita diabetes.

- Semakin bertambahnya usia yang semakin menua disertai dengan cedera pada persendian dan otot.

- Sendi yang tidak benar terbentuk dan adanya cacat genetik pada tulang rawan sendi.

- Mengerjakan suatu pekerjaan dan olahraga yang terlalu berlebihan.

- Masalah konsumsi gizi juga dapat menyebabkan terjadinya Osteoarthritis, seperti minimnya konsumsi kalsium dan terlalu berlebihan dalam mengkonsumsi makanan manis sehinnga menyebabkan obesitas seperti yang telah dikatakan sebelumnya.

- Metabolisme tubuh yang salah dapat menyebabkan Osteoarthritis, seperti penyakit paget dan penyakit Wilson

- Adanya cacat genetic seperti gangguan kolagen, yang dapat meningkatkan kerusakan dari arsitektur pelindung tulang rawan.

Kerusakan pada tulang rawan sendi dapat disebabkan banyak faktor. Semua berakibat pada penipisan tulang rawan sendi, yang pada stadium akhir, tulang rawan sendi sedemikian tipisnya sehingga tidak dapat menjalankan fungsinya lagi. Sebagaimana halnya dengan penyakit rematik lainnya, nyeri dapat diperberat oleh rasa dingin atau cuaca dingin, pada keadaan yang lebih jarang, nyeri dapat diperberat oleh panas.

Dalam hal ini pengapuran sendi tidak mempunyai hubungan dengan zat kapur, kata yang lebih tepat mungkin adalah karatan. Demikian pula masyarakat perlu membedakan antara Osteoarthritis (pengapuran sendi) dan osteoporosis (keropos tulang) karena keduanya sangat berbeda walaupun memiliki makna yang mirip.

Osteoarthritis umumnya menyerang sendi penopang tubuh seperti sendi lutut (paling sering), panggul, tulang belakang bagian pinggang, dan servikal (tengkuk). Osteoarthritis dapat juga mengenai sendi jari tangan.

Gejala klinik dari Osteoarthritis meliputi nyeri sendi, kaku sendi, bengkak sendi, kelemahan dan disabilitas. Nyeri sendi merupakan keluhan awal pasien Osteoarthritis, muncul setelah sendi terserang digunakan dan bertambah berat pada penggunaan yang berlebihan dan berkurang jika diistirahatkan.

Hingga saat ini belum ada obat yang dapat menghentikan proses Osteoarthritis, apalagi memperbaiki kerusakan tulang rawan sendi yang telah terjadi. Yang ada adalah beberapa obat yang diduga dapat memperlambat proses Osteoarthritis (antara lain glukosamin / kondroitin, asam hialuronat, dan diacerhein).

Saat ini penderita masih lebih bergantung pada obat simptomatik untuk mengurangi nyeri dan peradangan yang pada penggunaan jangka panjang punya efek samping mnyebabkan perdarahan saluran cerna dan gangguan fungsi ginjal.

Fisioterapi dan rehabilitasi merupakan salah satu cara untuk mengatasi nyeri, mencegah terjadinya cacat dan mengatasi disabilitas dengan cara memakai berbagai alat bantu. Apabila semua gagal, dapat dilakukan pembedahan untuk mengganti sendi yang rusak.

Osteoarthritis atau OA adalah penyakit sendi yang paling sering ditemukan dan menjadi penyebab terbanyak kecacatan dan disabilitas, terutama pada usia lanjut. Menurut WHO, 40% penduduk dunia yang berusia lebih dari 70 tahun akan menderita OA lutut, 80% diantaranya akan mengalami keterbatasan gerak. OA dikenal pula sebagai pengapuran sendi. Kelainan utama OA adalah kerusakan pada tulang rawan sendi. Tulang rawan sendi adalah komponen sendi yang melapisi ujung tulang dalam persendian, berfungsi sebagai bantalan dan peredam kejut apabila dua ruas tulang berbenturan pada saat sendi digerakkan. Karena tulang rawan sendi tidak mempunyai persarafan, apabila terjadi benturan dua ruas tulang, kita tidak merasakan nyeri.

Osteoarthritis disebabkan oleh beberapa hal sebagai berikut :

- Kelebihan berat badan atau obesitas. Biasanya juga akan menimpa pada penderita diabetes.

- Semakin bertambahnya usia yang semakin menua disertai dengan cedera pada persendian dan otot.

- Sendi yang tidak benar terbentuk dan adanya cacat genetik pada tulang rawan sendi.

- Mengerjakan suatu pekerjaan dan olahraga yang terlalu berlebihan.

- Masalah konsumsi gizi juga dapat menyebabkan terjadinya Osteoarthritis, seperti minimnya konsumsi kalsium dan terlalu berlebihan dalam mengkonsumsi makanan manis sehinnga menyebabkan obesitas seperti yang telah dikatakan sebelumnya.

- Metabolisme tubuh yang salah dapat menyebabkan Osteoarthritis, seperti penyakit paget dan penyakit Wilson

- Adanya cacat genetic seperti gangguan kolagen, yang dapat meningkatkan kerusakan dari arsitektur pelindung tulang rawan.

Kerusakan pada tulang rawan sendi dapat disebabkan banyak faktor. Semua berakibat pada penipisan tulang rawan sendi, yang pada stadium akhir, tulang rawan sendi sedemikian tipisnya sehingga tidak dapat menjalankan fungsinya lagi. Sebagaimana halnya dengan penyakit rematik lainnya, nyeri dapat diperberat oleh rasa dingin atau cuaca dingin, pada keadaan yang lebih jarang, nyeri dapat diperberat oleh panas.

Dalam hal ini pengapuran sendi tidak mempunyai hubungan dengan zat kapur, kata yang lebih tepat mungkin adalah karatan. Demikian pula masyarakat perlu membedakan antara osteoarthritis (pengapuran sendi) dan osteoporosis (keropos tulang) karena keduanya sangat berbeda walaupun memiliki makna yang mirip.

OA umumnya menyerang sendi penopang tubuh seperti sendi lutut (paling sering), panggul, tulang belakang bagian pinggang, dan servikal (tengkuk). OA dapat juga mengenai sendi jari tangan.

Gejala klinik dari OA meliputi nyeri sendi, kaku sendi, bengkak sendi, kelemahan dan disabilitas. Nyeri sendi merupakan keluhan awal pasien OA, muncul setelah sendi terserang digunakan dan bertambah berat pada penggunaan yang berlebihan dan berkurang jika diistirahatkan.

Hingga saat ini belum ada obat yang dapat menghentikan proses OA, apalagi memperbaiki kerusakan tulang rawan sendi yang telah terjadi. Yang ada adalah beberapa obat yang diduga dapat memperlambat proses OA (antara lain glukosamin / kondroitin, asam hialuronat, dan diacerhein).

Saat ini penderita masih lebih bergantung pada obat simptomatik untuk mengurangi nyeri dan peradangan yang pada penggunaan jangka panjang punya efek samping mnyebabkan perdarahan saluran cerna dan gangguan fungsi ginjal.

Fisioterapi dan rehabilitasi merupakan salah satu cara untuk mengatasi nyeri, mencegah terjadinya cacat dan mengatasi disabilitas dengan cara memakai berbagai alat bantu. Apabila semua gagal, dapat dilakukan pembedahan untuk mengganti sendi yang rusak.

Posted in Pengapuran Tulang | Tagged , , , , , , , , , , , , , , , , , , , | Leave a comment

Penyebab Osteoarthritis

Osteoarthritis atau yang oleh kalangan medis sering disingkat dengan istilah OA, adalah suatu radang sendi yang banyak dijumpai pada orang berusia 65 tahun ke atas.

OA sangat berbeda dengan osteoporosis. Bila osteoporosis mengenai tulang, pada OA yang terserang adalah sendi-sendi penyangga berat badan, karena pengaruh faktor berat badan, usia, serta faktor metabolik lainnya seperti gula, lemak, dan asam urat dalam darah. OA bisa juga terjadi akibat trauma yang berulang pada sendi.

Kerusakan yang terjadi adalah pada tulang rawan (kartilago) di antara sendi. Bahan-bahan pembentuk tulang rawan seperti kolagen dan proteoglikan tumbuh terlalu banyak karena beban berat badan dan proses penuaan, sehingga akhirnya tulang rawan menjadi tipis, bahkan retak atau hancur. Ini menyebabkan tulang disekitar tulang rawan bertumbuh tidak teratur dan membentuk osteofit atau bone spur (tonjolan tulang yang bentuknya tajam), bisa di sendi lutut, sendi kaki, atau sendi panggul, dapat pula timbul pada tulang belakang (vertebrata) dan sendi jari. Gejala yang dirasakan adalah nyeri dan kaku sendi, sehingga sendi sukar di gerakkan, kadang timbul juga pembengkakan dan sendi akan teraba panas.

Penyebab osteoarthritis yaitu :

1. Otot

Jika otot lemah, persediaan menjadi lebih tegang dan dapat membuat tendon sobek, akhirnya menyebabkan osteoarthritis

2. Kartilago

Kecelakaan, usia dan faktor-faktor lainnya dapat menyebabkan kartilago rusak. Jika kartilago rusak, antara tulang satu dengan tulang yang lain menjadi saling bersinggungan dan akhirnya menyebabkan osteoarthritis

3. Tulang

Perubahan struktur tulang dapat berpengaruh terhadap bentuk persendian yang memicu rusaknya kartilago dan akhirnya menjadi penyebab asteoarthritis

4. Peradangan

Ketika kartilago didegradasi sel-sel imun berkumpul dan menghancurkan jaringan yang sudah mati. Dalam hal ini, terkadang sel-sel imun menyerang sel-sel yang sehat juga. Hal ini dapat mengubah cairan dalam persendian, menyebabkan pembengkakan dan rasa sakit.

5. Tendon dan Ligamen

Persendian dapat ditahan dengan cara menyambungkan serta mengikatkan otot dan tulang. Jika terjadi kecelakaan atau pelemahan karena jarang dipakai, kartilago di lutut menjadi tidak kuat menahan beban dan akhirnya mudah jatuh dan roboh

6. Gen

Lebih dari setengah jumlah penderita arthritis memang dilahirkan dengan keadaan gen pengontrol pembentukan dan pengrusakan kartilagonya termutasi sehingga kartilagonya lebih lemah dan degredasinya terjadi lebih cepat dari seharusnya.

Posted in Pengapuran Tulang | Tagged , , , , , , , , , , , , , , , , , , , | 1 Comment

Penyakit Osteoarthritis

Osteoarthritis adalah suatu gangguan persendian dimana terjadi perubahan berkurangnya tulang rawan sendi dan terjadi hipertropi tulang hingga terbentuk tonjolan tulang pada permukaan sendi (osteopit).

Osteoarthritis

Keluhan sakit sendi biasanya hilang-hilang timbul dan menyerang hanya beberapa persendian. Pada tahap awal, nyeri sendi timbul bila selesai latihan fisik yang berat dan kemudian hilang setelah istirahat. Keluhan kemudian berlanjut menjadi kekakuan sendi sewaktu bangun pagi yang hilang dalam waktu 15-30 menit dan makin berkurang setelah digerakkan.

Jenis-Jenis Osteoarthritis

1. Ideopathic

a. Lokal

- Tangan (benjolan Herbenden dan Bouchard = Osteoarthritis yang erosif)
- Kaki (hallux vagus, hallux rigidus)
- Lutut (platellafemoral)
- Pinggul (tonjolan tulang punggung)

b. Menyeluruh (Generalized Osteoarthritis)

2. Sekunder

a. Trauma (akut dan kronis)

b. Kongenital

- Lokal (misalnya penyakit perthes, pergeseran sendi pangkal paha yang kongenital, kepala tulang paha tergelincir dari rongga sendi)
- Faktor mekanik
- Displasia tulang

c. Metabolik (misalnya Ochronosis, hemochromatosis, gout)

d. Endokrin (akromegali, diabetes, dan obesitas). Penyakit tulang persendian lain (osteonekrosis Charcot arthropathi, rheumatoid arthritis dan gout)

e. Penyakit dengan penyebab yang masih belum jelas (penyakit Kashin-Beck dan penyakit Mselani)

Osteoarthritis biasanya terjadi pada usia di atas 50 tahun. Di Amerika, dilaporkan bahwa terdapat lebih dari 60.000.000 penderita osteoarthritis, sampai penyakit ini disebut sebagai penyakit pasca pensiun. Sekitar 300.000 penderita menjalani operasi tulang panggul, terutama karena menderita osteoarthritis.

Sebagian besar penderita osteoarthritis kelihatannya menderita obesitas. Perempuan lebih banyak menderita osteoarthritis daripada laki-laki dan terutama pada usia lanjut.

Sendi yang sering dikenai osteoarthritis adalah :

- Sendi lutut
- Sendi panggul
- Beberapa sendi kecil di tangan dan kaki

Penderita osteoarthritis panggul biasanya menderita :

- Kelainan kongenital yang disebut kongenital displasia
- Mengalami pergeseran sendi pangkal paha atau penyakit Legg-Calve-Perthes (peradangan tulang dan tulang rawan atau ostochondrosis)

Penderita osteoarthritis sendi kelihatannya dipengaruhi oleh faktor keluarga. Sendi yang sering menderita adalah :

- Ujung-ujung jari terutama jari jempol
- Persendian tulang leher
- Pinggang
- Lutut
- Pinggul

Beberapa faktor lainnya yang mempengaruhi terjadinya osteoarthritis, antara lain :

- Proses ketuaan
- Trauma pada sendi
- Stres sendi (karena terlalu banyak dipakai atau beban terlalu berat)
- Aktivitas olahraga yang berlebihan

Posted in Pengapuran Tulang | Tagged , , , , , , , , , , , , , , , , , , , | Leave a comment